Pages

Badvirs

Siti

Trik Menghemat Pengeluaran

Thursday, January 5, 2012

 Trik Menghemat Pengeluaran

Kesulitan mengelola keuangan, menjadi salah satu faktor yang memusingkan setiap orang. Apalagi kondisi perekonomian yang tidak menentu saat ini membuat Anda sulit mengelola keuangan. Ditambah lagi, harga-harga kebutuhan terus melonjak, semakin sulit saja untuk menabung.

Selain melakukan penghematan, Anda pun harus pintar-pintar dalam membeli kebutuhan. Misalkan saja dengan memanfaatkan diskon. Seperti dilansir dari Female First, pakar finansial, Jasmine Birtles, memberikan tipsnya agar bisa lebih menghemat pengeluaran.

Menghemat biaya berkendara
bisnis

Berkendara sudah menjadi kebutuhan hidup warga metropolitan. Namun, mahalnya bahan bakar mengharuskan masyarakan lebih pintar dalam memilih kendaraan. Pilihlah kendaraan yang murah dan irit bensin. Kendaraan yang murah juga berarti Anda dapat mengurangi biaya pajak yang ditanggung. Cara menghemat bensin adalah dengan mengendarai mobil dalam kecepatan yang konstan dan jangan memanaskan mobil terlalu lama.

Manfaatkan diskon
bisnis

Belanjalah selagi toko-toko memberikan potongan harga. Sebagai contoh, Anda dapat membeli barang di acara tahunan 'Jakarta Great Sale' yang memberikan harga terbaik hampir di setiap mal dan supermarket di Jakarta dan sekitarnya.

Manfaatkan situs diskon
bisnis

Belilah produk di situs diskon seperti Detik Deal, Deal Keran atau Retail Therapy. Harga yang ditawarkan di website-website tersebut sungguh menarik. Bahkan Anda dapat menghemat hingga 70 persen.

Manfaatkan member card
bisnis

Memiliki member card di sebuah toko juga memberikan keuntungan bagi Anda. Biasanya customer yang memiliki member card kerap mendapatkan potongan harga dan mendapatkan hadiah-hadiah menarik jika point yang terkumpul sudah banyak.

Menghemat biaya makanan
Bisnis


Sempatkanlah untuk memasak makanan sendiri. Selain lebih hemat, kebersihannya lebih terjamin. Selain itu, berbelanjalah bahan makanan di pasar tradisional, karena biasanya lebih murah di banding belanja di supermarket.

Beli di toko kecil
bisnis


Di setiap toko besar saat ini telah memakai pajak. Jadi, jika Anda menemukan barang dengan kualitas yang sama di toko kecil, sebaiknya belilah di sana, karena tidak menggunakan pajak. Ini cukup menguntungkan jika Anda membeli elektronik atau furnitur.

sumber :www.waspada.co.id
READ MORE - Trik Menghemat Pengeluaran

Peluang Bisnis untuk Mahasiswa

Wednesday, December 28, 2011

Peluang Bisnis untuk Mahasiswa

Belakangan ini kaum muda seperti para mahasiswa banyak yang ingin terjun ke dunia bisnis. Kreatifitas dan ide – ide bisnis yang cemerlang banyak bermunculan dari mereka yang rata – rata masih berusia muda. Beberapa pengusaha muda yang masih menjadi mahasiswa telah menunjukan kesuksesan mereka dalam membuktikan kemandirian mereka.
Bisnis


Namun yang sangat disayangkan, tidak semua mahasiswa memiliki keyakinan dan keberanian yang sama untuk mencoba peluang bisnis yang ada. Masih banyak dari mahasiswa yang lebih memilih bekerja partime sebagai karyawan direstoran, warnet ataupun mengikuti event – event tertentu yang membutuhkan karyawan dibanding mencoba menjalankan sebuah usaha. Mereka masih berpikiran bahwa menjalankan bisnis akan mengganggu kuliah yang sedang ditempuhnya. Padahal sebenarnya banyak bisnis sampingan yang dapat dijalankan para mahasiswa tanpa mengganggu jadwal perkuliahan yang mereka tempuh.



Selain itu kepikiran dengan jadwal yang bertabrakan, para mahasiswa juga selalu menggunakan alasan belum memiliki modal besar untuk menjalankan usahanya. Sebenarnya banyak peluang usaha sampingan yang tidak membutuhkan modal besar, berikut ini beberapa contoh peluang bisnis untuk mahasiswa yang dapat dicoba rekan – rekan yang sedang mencari usaha :

1. Bisnis jasa terjemahan bahasa
Bisnis

Bagi mahasiswa yang memiliki keahlian bahasa dapat mencoba bisnis jasa terjemahan bahasa baik online maupun offline. Jasa terjemahan masih banyak dicari para rekan mahasiswa lainnya dalam mengerjakan tugas kuliahnya. Anda dapat memulai bisnis ini mulai dari lingkungan teman sesama mahasiswa.

2. Bisnis online
Bisnis

Salah satu bisnis yang bisa dicoba para mahasiswa adalah peluang bisnis online. Karena bisnis ini tidak membutuhkan modal besar, karena hanya memerlukan laptop atau computer dan jaringan internet yang sudah menjadi bagian dari mahasiswa. Selain itu bisnis online juga memiliki waktu kerja yang fleksibel, mereka dapat menjalankan bisnis tersebut setelah pulang dari kuliah.

3. Bisnis pulsa elektrik
Bisnis

Bisnis pulsa elektrik juga sering dijadikan sebagai bisnis sampingan para mahasiswa. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya conter pulsa berjalan dikalangan para mahasiswa, hanya dengan menggunakan satu chip mereka sudah dapat melayani permintaan pulsa untuk semua provider. Bisnis ini juga memiliki prospek bagus, karena permintaan pulsa paling tinggi berasal dari para anak muda termasuk para mahasiswa.

4. Bisnis yang sesuai dengan hobi
Bisnis


Dari sekedar hobi yang ditekuni para mahasiswa ternyata dapat juga menghasilkan keuntungan jika diseriusi menjadi sebuah usaha. Misalnya saja banyak mahasiswi yang hobi berkreasi dengan pernak – pernik maupun aksesoris wanita serius menekuni hobinya hingga membuat sebuah butik aksesoris. Contoh lainnya yaitu bagi para mahasiwa jurusan elektronik yang memiliki hobi utak – atik memperbaiki alat elektroniknya, dapat menekuninya dengan membuka bisnis jasa servis alat elektronik. Selain contoh bisnis diatas, masih banyak lagi peluang bisnis untuk mahasiswa yang dapat dijalankan.

Kunci Sukses

Bisnis

Hal yang perlu diingat para mahasiswa saat mereka mencoba sebuah usaha adalah keseriusan dalam menjalankan usahanya. Sebelum menjalankan usaha yang diinginkan, sebaiknya tentukan pembagian jadwal antara kuliah dengan menjalankan bisnis. Sehingga bisnis yang Anda jalankan tidak hanya diseriusi saat waktu luang saja.

Setelah menemukan pembagian jadwal yang tepat bagi Anda dan bisnis yang akan dijalankan, sebaiknya pilih peluang usaha yang sesuai dengan minat atau bakat Anda. Jadi Anda dapat menikmati bisnis yang Anda tekuni dan tidak merasa memperoleh tambahan beban dari bisnis tersebut. Carilah informasi tentang semua hal yang bersangkutan dengan bidang bisnis yang akan dijalankan, dari mulai peralatan yang dibutuhkan, besar modal yang harus disiapkan, serta tentukan target pasar dari usaha Anda.
Banyak bisnis yang dapat dijalankan rekan – rekan yang masih berstatus sebagai mahasiswa, semoga dengan beberapa contoh usaha yang telah dibahas dapat dijadikan sebagai ide bisnis bagi para mahasiswa. Saatnya yang muda yang mulai berkarya dengan usahanya. Selamat mencoba dan salam sukses.

http://jawabanpasti.com/wp-content/uploads/2010/02/bisnis-untuk-mahasiswa.jpg dan http://www.peluangusaha.web.id/2009/12/peluang-usaha-peluang-bisnis-bagi.html
READ MORE - Peluang Bisnis untuk Mahasiswa

mobil buatan tangan anak Indonesia

Tuesday, December 27, 2011



bisnis

Berikut beberapa mobil buatan tangan anak Indonesia yang layak untuk ditampilkan :

1. Mobil Kancil

bisnis
Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Pernah diharapkan sebagai pengganti (peremajaan) bajaj dan bemo karena keduanya tidak diizinkan untuk bertambah jumlahnya atau diproduksi di wilayah Jakarta

2. MOBIL ESEMKA

bisnis


Mobil yang satu ini hebatnya justru dibuat oleh para siswa SMK. Mobil Esemka memiliki 5 jenis varian yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin, dan van. Pada gambar di bawah ini merupakan Mobil Esemka SUV buatan siswa-siswa SMK 1 Singosari Malang yang dikerjakan tidak kurang dari 50 siswa SMK Singosari Malang dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 175 Juta dalam pembangunan mobil ini. 5 jenis mobil Esemka yang lainnya dikerjakan oleh SMK-SMK lainnya. Untuk harganya anda cukup mengeluarkan uang 80 Juta saja untuk mendapatkan mobil Esemka ini

3. MOBIL KOMODO

bisnis


Nama Komodo disematkan bukan karena bentuk mobilnya yang seperti Komodo, namun lebih pada fungsinya yang seperti Komodo, yakni selain kuat, Komodo bisa hidup di dua alam sekaligus. Seperti namanya, jangankan di lumpur, di air sekalipun Komodo sudah teruji kehandalannya.

Mobil Komodo adalah garapan PT Fin Tetra Indonesia asal Cimahi, Jawa Barat. Komodo hanya mampu membawa 2 orang penumpan

4. MOBIL TAWON

bisnis



Mobil imut ini buatan PT Super Gasindo Jaya. Mobil Tawon ini sudah mampu membawa 4 orang dan dibanderol dengan harga 48 Juta. Dengan kapasitas mesin 650 cc dan mampu mencapai kecepatan hingga 85 km/jam! Diperkirakan mobil ini akan menggantikan bajaj2 di Jakarta dan jg akan diproduksi secara massa

5. MOBIL ARINA
bisnis


Mobil Arina ini kapasitas mesinnya hanya 150 cc, kecepatannya mampu dipacu sampai dengan 70 km/jam, namun konsumsi BBMnya cukup hemat yaitu mencapai 40 km untuk 1 liter bensin.

Mobil Arina, yang merupakan singkatan dari Armada Indonesia, badan hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mobil mikro Arina akan terus dikembangkan sehingga menjadi 100 persen buatan negeri. Jika sudah 100 persen lokal, harganya bakal berada di bawah Rp 30 juta

READ MORE - mobil buatan tangan anak Indonesia

Global Economic Impact of the Japanese Earthquake, Tsunami, and Nuclear Disaster

Monday, December 19, 2011

Perspectives
Global Economic Impact of the Japanese Earthquake, Tsunami, and Nuclear Disaster
Published: 3/16/2011
Large, but (probably) temporary, impact on the Japanese economy; small impact on the rest of the world

bisnis

It is still too early to tell what the full impact of the March 11 earthquake, tsunami, and growing nuclear crisis on Japan’s infrastructure, industrial base, and economic growth will be—let alone the broader global impacts. Nevertheless, past natural disasters and disruptive events (the Kobe earthquake of 1995, 9/11, and Hurricane Katrina in 2005) give us some idea of the likely economic effects (and timeline) of this horrific event. The economic impacts of these events are typically large for a quarter or two after the event, and are mostly concentrated in the region of the disaster. After about two quarters, however, growth is boosted by the reconstruction effort. At the national level, the impact on economic growth is usually noticeable but small (a few tenths of a percent). In the case of Japan’s most recent calamity, given the damage to the electricity power generation capacity, the impact on economic growth could be greater.
bisnis


The following is IHS Global Insight’s preliminary analysis of the impact on Japan and the rest of the world.
READ MORE - Global Economic Impact of the Japanese Earthquake, Tsunami, and Nuclear Disaster

Will Japan’s quake rock the world economy?

Will Japan’s quake rock the world economy?

By Michael Schuman | March 16, 2011 | +

bisnis

After a stress-inducing day on Wall Street, investors have finally woken to the potential dangers to the world economic order posed by the giant earthquake and tsunami in Japan. The Japanese economy is the world’s third-largest, and its companies play important roles in everything from heavy industry to high-tech to finance. There is no doubt that the pain in Japan will somehow be felt by all of us.

But how much? Despite the jitters in the markets, the fallout from Japan’s trauma for the world economy might in the end be very limited. Here’s why:
bisnis


I think the main impact of Japan’s crisis will show itself in supply chains. Japan is tightly integrated into global manufacturing networks and is an important supplier of tons of stuff the world needs, from steel to semiconductors. So any disruption of supply of components and materials in Japan will ripple through those supply chains, potentially causing shortages or interruptions that would hamper factory operations around the world. It’s hard to tell at this point how severe the overall impact might be, but based on what’s going on in Japan’s industrial sector these days, problems seem inevitable. Factories are shut across the country, and with power shortages and transport a mess, industrial production is unlikely to get back to normal for weeks. The situation is probably most serious in electronics, since Japan produces 40% of the world’s electronics components, including materials and parts for chips and LCD TVs, as well as advanced batteries. This supply chain problem may be short-term, as companies find new sources of components, and there is enough spare capacity in Japan and elsewhere to replace production lost to quake damage. But that doesn’t mean the disruption won’t be costly.
READ MORE - Will Japan’s quake rock the world economy?

Wirausaha Muda Agar Tingkatkan Industri Perikanan

Sharif : Wirausaha Muda Agar Tingkatkan Industri Perikanan
09/12/2011 - Kategori : Siaran Pers
No. B.153/PDSI/HM.310/XII/2011

Sharif : Wirausaha Muda  Agar Tingkatkan Industri Perikanan

bisnis


Pelaku wirausaha perikanan diharapkan mampu membentuk dan meningkatkan nilai tawar produk perikanan Indonesia yang kuat di pasar dunila terutama dalam menghadapi tantangan persaingan global yang semakin kuat.
bisnis

Disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam Temu Bisnis Alumni Pendidikan Kelautan dan Perikanan hari ini (9/12) di Jakarta.  Sharif mengatakan, terbentuknya komunitas wirausaha yang terdidik akan membentuk jejaring bisnis perikanan yang solid karena dari komunitas yang berlatar belakang serupa berpotensi menjadi kelompok yang memainkan peran penting serta mempelopori perubahan. ”Pelaku wirausaha yang mampu mempelopori perubahan atau agent of change dipastikan akan dapat menjalankan kegiatan usaha dengan melakukan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bijaksana, sehingga tidak hanya bermanfaat secara ekonomi tapi juga bagi lingkungan”, ujarnya.


bisnis

Lebih lanjut Sharif mengungkapkan bahwa pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan saat ini hanya memperhatikan aspek ekonominya namun kurang memperhatikan aspek lingkungan. Padahal dengan memperhatikan aspek lingkungan secara langsung dapat bermanfaat secara ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. “Komunitas pelaku wirausaha diharapkan memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan usahanya yakni secara bijaksana, cerdas, berwawasan lingkungan, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan sehingga dapat memberikan manfaat esecara ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting terkait dengan hal tersebut di atas adalah para pelaku usaha perikanan itu sendiri.

bisnis

Sebanyak 250 orang pengusaha sukses yang merupakan alumni lembaga pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan hadir pada acara ini. Mereka adalah alumni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Akademi Perikanan (AP) Sidoarjo, AP Bitung, AP Sorong, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPM-N) Ladong Aceh, SUPM-N Pariaman, SUPM-N Tegal, SUPM-N Kota Agung, SUPM-N Pontianak, SUPM-N Bone, SUPM-N Waeheru Ambon, SUPM-N Sorong. Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja mengatakan, kegiatan temu bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan akses bagi lulusan pendidikan kelautan dan perikanan ke dunia usaha dan industri. Sjarief berharap, dengan diselenggarakannya temu bisnis ini, maka akan tercipta sinergitas antara pemerintah dan pengusaha dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat serta dapat menciptakan tersedianya lapangan pekerjaan dan kesempatan berwirausaha di bidang kelautan dan perikanan.


Jakarta, 9 Desember 2011

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi



Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc


Narasumber:

1.     Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D., FRINA

Kepala Badan Pengembangan SDMKP (HP. 08111991920)

2.     Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (HP. 0811836967)
READ MORE - Wirausaha Muda Agar Tingkatkan Industri Perikanan

Menumbuhkan Semangat Mengembangkan Peluang Wirausaha


Menumbuhkan Semangat Mengembangkan Peluang Wirausaha

bisnis


Sebagai negara sedang berkembang, Indonesia termasuk masih kekurangan wirausahawan. Hal ini dapat dipahami, kerena kondisi pendidikan di Indonesia masih belum menunjang kebutuhan pembangunan sektor ekonomi. Perhatikan, hampir seluruh sekolah masih didominasi oleh pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang konvensional. Mengapa hal itu dapat terjadi? Di satu sisi institusi pendidikan dan masyarakat kurang mendukung pertumbuhan wirausahawan. Di sisi lain, banyak kebijakan pemerintah yang tidak dapat mendorong semangat kerja masyarakat, misalkan kebijakan harga maksimum beras, maupun subsidi yang berlebihan yang tidak mendidik perilaku ekonomi masyarakat.

bisnis


Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Wirausahawan adalah seorang yang menciptakan sebuah bisnis yang berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian bertujuan memperoleh profit dan mengalami pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi kesempatan dan memanfaatkan sumber daya yang diperlukan. Dewasa ini banyak kesempatan untuk berwirausaha bagi setiap orang yang jeli melihat peluang bisnis tersebut. Karier kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat serta memberikan banyak pilihan barang dan jasa bagi konsumen, baik dalam maupun luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa lebih menarik perhatian publik dan sering kali menghiasi berita utama, bisnis kecil tidak kalah penting perannya bagi kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
bisnis


Oleh karena itu pemerintah mengharapkan para sarjana yang baru lulus mempunyai kemampuan dan keberanian untuk mendirikan bisnis baru meskipun secara ukuran bisnis termasuk kecil, tetapi membuka kesempatan pekerjaan bagi banyak orang. Pihak perguruan tinggi bertanggung jawab dalam mendidik dan memberikan kemampuan dalam melihat peluang bisnis serta mengelola bisnis tersebut serta memberikan motivasi untuk mempunyai keberanian menghadapi resiko bisnis. Peranan perguruan tinggi dalam memotivasi para sarjananya menjadi young entrepreneurs merupakan bagian dari salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan. Menurut Thomas Zimmerer dalam bukunya, ada 8 faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan antara lain sebagai berikut :

1. Wirausahawan Sebagai Pahlawan.
Faktor diatas sangat mendorong setiap orang untuk mencoba mempunyai usaha sendiri karena adanya sikap masyarakat bahwa seorang wirausaha dianggap sebagai pahlawan serta sebagai model untuk diikuti. Sehingga status inilah yang mendorong seseorang memulai usaha sendiri.


2. Pendidikan Kewirausahaan.
Pendidikan kewirausahaan sangat populer di banyak akademi dan universitas di Amerika. Banyak mahasiswa semakin takut dengan berkurangnya kesempatan kerja yang tersedia sehingga mendorong untuk belajar kewirausahaan dengan tujuan setelah selesai kuliah dapat membuka usaha sendiri.

bisnis

3. Faktor ekonomi dan Kependudukan.
Dari segi demografi sebagian besar entrepreneur memulai bisnis antara umur 25 tahun sampai dengan 39 tahun. Hal ini didukung oleh komposisi jumlah penduduk di suatu negara, sebagian besar pada kisaran umur diatas. Lebih lagi, banyak orang menyadari bahwa dalam kewirausahaan tidak ada pembatasan baik dalam hal umur, jenis kelamin, ras, latar belakang ekonomi atau apapun juga dalam mencapai sukses dengan memiliki bisnis sendiri.

4. Pergeseran ke Ekonomi Jasa
Di Amerika pada tahun 2000 sektor jasa menghasilkan 92% pekerjaan dan 85% GDP negara tersebut. Karena sektor jasa relatif rendah investasi awalnya sehingga untuk menjadi populer di kalangan para wirausaha dan mendorong wirausaha untuk mencoba memulai usaha sendiri di bidang jasa.

5. Kemajuan Teknologi.
Dengan bantuan mesin bisnis modern seperti komputer, laptop, notebook, mesin fax, printer laser, printer color, mesin penjawab telpon, seseorang dapat bekerja dirumah seperti layaknya bisnis besar. Pada zaman dulu, tingginya biaya teknologi membuat bisnis kecil tidak mungkin bersaing dengan bisnis besar yang mampu membeli alat-alat tersebut. Sekarang komputer dan alat komunikasi tersebut harganya berada dalam jangkauan bisnis kecil.

6. Gaya Hidup Bebas.
Kewirausahaan sesuai dengan keinginan gaya hidup orang Amerika yang menyukai kebebasan dan kemandirian yaitu ingin bebas memilih tempat mereka tinggal dan jam kerja yang mereka sukai. Meskipun keamanan keuangan tetap merupakan sasaran penting bagi hampir semua wirausahawan, tetapi banyak prioritas lain seperti lebih banyak waktu untuk keluarga dan teman, lebih banyak waktu senggang dan lebih besar kemampuan mengendalikan stress hubungan dengan kerja. Dalam penelitian yang telah dilakukan bahwa 77% orang dewasa yang diteliti, menetapkan penggunaan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman sebagai prioritas pertama. Menghasilkan uang berada pada urutan kelima dan membelanjakan uang untuk membeli barang berada pada urutan terakhir.

7. E-Commerce dan The World-Wide-Web
Perdagangan on-line tumbuh cepat sekali, sehingga menciptakan perdagangan banyak kesempatan bagi wirausahawan berbasis internet atau website. Data menunjukkan bahwa 47% bisnis kecil melakukan akses internet sedangkan 35% sudah mempunyai website sendiri. Faktor ini juga mendorong pertumbuhan wirausahawan di beberapa negara.

8. Peluang Internasional.
Dalam mencari pelanggan, bisnis kecil kini tidak lagi dibatasi dalam ruang lingkup Negara sendiri. Pergeseran dalam ekonomi global yang dramatis telah membuka pintu ke peluang bisnis yang luar biasa bagi para wirausahawan yang bersedia menggapai seluruh dunia. Kejadian dunia seperti runtuhnya tembok Berlin, revolusi di negara-negara baltik UniSoviet dan hilangnya hambatan perdagangan sebagai hasil perjanjian Masyarakat Ekonomi Eropa, telah membuka sebagian besar pasar dunia bagi para wirausahawan. Peluang Internasional akan terus berlanjut dan tumbuh dengan cepat pada abad ke 21.

Faktor yang mendukung pembahasan ini adalah faktor Pendidikan Kewirausahaan. Di luar negeri banyak universitas mempunyai suatu program khusus dalam mempelajari bidang kewirausahaan, sehingga ada suatu embrio young entrepreneur. Peranan perguruan tinggi hanya sekedar menjadi fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan dan penyedia sarana prasarana dalam mempersiapkan sarjana yang mempunyai motivasi kuat, keberanian, kemampuan serta karakter pendukung dalam mendirikan bisnis baru.
READ MORE - Menumbuhkan Semangat Mengembangkan Peluang Wirausaha

 
 
 

Hem

Labels

Labels

Labels