Pages

Badvirs

Siti

Membersihkan CD/DVD

Monday, January 30, 2012

Cara Membersihkan CD/DVD Kita semua tentu kenal yang namanya CD/DVD, media ini sering digunakan untuk menyimpan data, film dan sebagainya. adakalanya CD/DVD yang kita pakai lambat laun akan mengalami kerusakan, goresan, kotor dan sebagainya. berikut ini beberapa cara membersihkan CD/DVD yang kotor ataupun terdapat goresan. 

1.  Pasta Gigi
Pembersih CD/DVD

Karena hampir semua orang mempunyai pasta gigi, mungkin cara ini yang perlu dicoba pertama kali.
Caranya: Siapkan CD/DVD yang permukaannya tergores baik sedikit atau banyak 
Siapkan kain, kapas atau tisu yang lembut 
Ambil pasta gigi, oleskan pada kain dan usapkan pada permukaan CD/DVD. 
Gosok berulang-ulang dengan lembut sampai terlihat goresannya menghilang atau mulai hilang.
Setelah selesai, bersihkan dengan air kemudian tinggal di test. 

2. Membersihkan dengan Pisang
Pembersih CD/DVD
Pisang selain enak dimakan, sedikit pisang dan kulit pisangnya ternyata bisa juga digunakan untuk membersihkan keping CD/DVD yang tergores. Caranya : Siapkan CD/DVD yang tergores/kotor 
Ambil pisang, kupas dan gosokkan pisang di permukaan CD/DVD secara memutar 
Seka dengan kulit pisangnya. 
Bagian lilin dari kulit pisang akan membantu memperbaiki dan membersihkan permukaan CD/DVD 
Ambil kain yang bersih dan lembut kemudian bersihkan permuakaan CD-nya dengan gerakan memutar dan tekanan yang ringan, selama 3-4 menit 
Setelah selesai bersihkan dengan pembersih kaca jika ada. 


3. Membersihkan CD dengan Brasso
Pembersih CD/DVD
Jika berbagai cara diatas tidak berhasil, Brasso bisa dijadikan alternatif. 
Caranya mirip seperti di atas, 
gunakan kain yang lembut, kemudian teteskan brasso di kain tersebut. Gunakan untuk mengelap permukaan CD sampai terlihat goresan menghilang atau menjadi halus kembali. Setelah selesai bersihkan dan coba CD tersebut. 

READ MORE - Membersihkan CD/DVD

Kisah Nyata

Sunday, January 29, 2012

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan ( Sebuah Inspirasi…) ________________________________________ 

Sejarah

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir. 

Sejarah


Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya. Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes. Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh. “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna. “Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.
Sejarah



Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak. “ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa. “ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya . “Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya. “Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya. Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.


Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya. Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya. Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor. “Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik. “ Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya. “ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadier Royadin menjawab tegas. “Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara. Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya. Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin. Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan. Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat. “Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko . “ Siap pak !” Royadin menjawab datar.“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja. “Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar. “Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin. Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX. Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini “ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !” Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya. July 2010 , saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan , saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya . Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunanny , sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya , pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran. Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.
READ MORE - Kisah Nyata

Hotel Sahid

Wednesday, January 25, 2012

Sukamdani Sahid

Kisah Sukses

Sukamdani Sahid pendiri Hotel Sahid Raya. Sukamdani lahir di Solo. Ketika Sukamdani kecil, kehidupan orangtuanya prihatin. Dalam usia 8 tahun, Sukamdani sudah membantu kedua orang tuanya mencari nafkah. Selain membantu bapaknya, ia juga membantu ibunya berjualan. Tiap kali dagangan laku, ibunya memberi persenan. Uang itu ditabung. Kalau sudah banyak Sukamdani membeli ayam. Di saat liburan Sekolah Sukamdani membantu menuai padi di sawah.

Kisah Sukses
READ MORE - Hotel Sahid

Cinta atau sekadar tertarik?

Tuesday, January 24, 2012

 Cinta

Cinta Pertama

Cinta. 5 Kata banyak makna. Pengertian cinta itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun pengertiannya, karena cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dimiliki individu. Dan sifatnyapun subyektif sehingga setiap individu akan mempunyai makna yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya.

READ MORE - Cinta atau sekadar tertarik?

Mengatur halaman Word 2007


Mengatur halaman Word 2007

Berberapa waktu yang lalu, saya ditanya beberapa pelanggan yang sedang menyusun skripsi. Mereka mengalami kesulitan ketika akan merubah halaman antara lembar pertama dengan lembar selanjutnya. Sebenarnya beberapa hari ini saya juga baru tahu, biasanya yang saya lakukan yaitu dengan cara manual, yaitu menutup nomor halaman dengan menggunakan menu shapes (rectangle).  Saya rasa cara yang mudah untuk beberapa orang yang gak pingin repot. Namun bagi yang ingin mengatur nomor halaman secara otomatis dapat mencoba cara di bawah ini:

READ MORE - Mengatur halaman Word 2007

How To Make Money From Blog

Sunday, January 22, 2012

How To Make Money From Blogs


It's easy to make money from blogs. There are all kinds of programs, affiliations available to make money from blogs, in fact, even easy money.

What is a blog?


Blog is a personal space, rather a personal diary, with the difference that it is not a closed diary but one that is open to anyone to walk in and read and leave a comment. There are various types of blogs, some are business blogs, and some are social networking blogs. Some blogs are personal some are professional but most of them have a theme on which the contents are based. Creating a blog is easy, even a child make a blog.

Types of blogs

Comment blogs are the ones that offer comment on events in the writer's life. It takes a subject or incident and makes a comment which the reader may be interested in. Comment blogs often substitute for newspaper editorials. Needless to say they are a combination of news and opinions. Blogs are tools in the hands of writers to keep in touch with each other and also to inform the world about events in the writer's life. Recently, there have been instances of bloggers updating the world about events in countries that have undergone political change, when no other traditional media was allowed to cover the events.

The other type of blog is filter blog. Filter blogs are similar to comment blogs but point to other locations within the internet for articles and have minimum of content, and more of links. Owners of such blogs can be requested for links to sites, for a fee, of course. You can make money online using these blogs.

You can opt for any of these types to make money through blogging. Most blogs such as blogger.com and wordpress.com are free to subscribers and you can easily create a blog in a few steps and earn good money.

Creating a Blog

Blogs are easy to create on Blogger.com and wordpress.com. There are other blog creation sites such as typepad, and MSN's live.com. It only takes a few clicks to create a blog. Have a name that is appropriate to the theme of your blog so that they will show up in search engine results and it can also impact your ranking on search engines. For example if your blog is about mobile blogging have a name such as mobile-blogging.blogspot.com. Do not combine the two words, i.e., don't create a blog with the name as mobileblogging.blogspot.com. It's a better strategy to use the former to let search engines find your blog.

Promoting Your Blog


First of all submit your blog to the major search engines before you can earn money from blogging. Slowly, your traffic will build and you can paste a visit counter to check the progress of visitors on your blog. Also send a link to your friends and extended contact lists to visit your blog and link to you. When the number of links of your blog increases, so will your popularity and your rating with the search engines. Keep promoting your blog without let up.

Apply to Affiliate Programs

When there is a constant flow of visitors to your blog everyday you can start the process of earning money from your blog. First apply to affiliation programs which pay money to feature their ads on your blog. After registering with them copy and paste their code in the appropriate sections in your blog. Affiliate programs pay per click or pay if a sale is made through a click from your blog. So choose your affiliate program wisely.


Register with Google Adsense

Google runs their advertising program on websites and blogs which is called Google Adsense. When you register with Adsense, Google supplies you with the code that you can copy and paste on your blog. Once you do this you can track your blog's performance by registering on Google's analytical tool ' Google Analytics. This free analytical tool will analyze the number of visitors to your site each and also give you the demographic data of the visitors.

Do not give up. As the popularity of your blog grows, both traffic as well as ranking on search engines can only become better. So the more popular your blog the more will be your revenue from Affiliate programs and Adsense.

Most importantly, if you are seeking to make money from blogging, spread your interests across multiple revenue streams so as not to put all your eggs in one basket.

Some Good Money Making Affiliate Sites:

www.google.com/adsense

Adsense

As mentioned above, Adsense is Google's advertising program and when featured on your blog can bring you revenue when a visitor clicks on the ad links. If you place the adsense code strategically on your blog then you can get more clicks. It should be right at the top of the blog, and preferably at the top right hand side. Also you can choose an ad size that is prominent enough to display it prominently on your blog.

www.amazon.com

Amazon has an affiliate program that includes products like books, CDs, office products, household products, etc. It also has a contextual advertising program in which you have to place a code in your page and all words on your page that has association with Amazon products will turn into a link. This has more chances of making money as the reader is directly reading content relating to the advertisement, and therefore has a greater chance of clicking on the ad.

www.register.com

Register.com is a website that is in the domain booking and related services realm. It has an affiliate program by which their ads can be featured on blogs and the blogger can earn referral income. For more details read the affiliate page on the website.

www.g2bux.com

Though G2bux doesn't have an affiliation program it rewards members with G2points which can be converted into cash when it reaches a certain limit. Users can find tens of ways to make money online on G2bux. It is a good site to make money from and offers a number of modules through members can earn money. Registration is free and is open to all.

www.ebay.com

Ebay.com also has an affiliate program in which bloggers can become a member. Ebay is a popular site for buying and selling used and new products and your visitors would certainly be interested in the products for sale on the site. Visit ebay.com for their affiliation program and sign up if you think it will work for you.

ValuableContent.com


READ MORE - How To Make Money From Blog

Communicating Change to Internal Audiences

 Communicating Change to Internal Audiences

Developing a succinct message for any form of communication is one of the most important factors of success. But even a well-crafted message won�t work if you�re aiming it at the wrong people. Regardless of your role and the kind of nonprofit organization you�re with, you need to be able to plan and deliver a clear, convincing and powerful message in all of your interactions.
This is especially important when communicating new initiatives to your staff, board and volunteers. They are your biggest ambassadors and agents for positive change. If you fail to get them on board, you�ve created an obstacle that will hinder your ability to achieve success. There is even greater risk when the very people who are on the front lines of your organization are misinformed or disengaged, which according to recent Gallup reports, represents an estimated 54 per cent of employees.
While the relationship between employee communications and individual career motivation is complex, we do know that the top two reasons for disengagement are poor relationships with and lack of clear communication and direction from managers. So investing more time in improving your interaction is well worth the effort.
Here are the most common traps organizations fall into when communicating change or significant news:
� Too busy � the reality is most effort is typically focused on the external announcement or event and spending much time on the internal announcement can become an afterthought.
� Using the same message for all audiences � whatever the message is, it needs to be meaningful and inspire a specific reaction. Staff will have different interests than media would, for example.
� Leaving more questions than answers �failing to anticipate questions and to prepare responses is a common pitfall.
� Giving the wrong message � what could be great news to one group can be cause for concern for another.
� Failing to segment your internal audiences � staff is not a single entity.
� Not giving enough time for your internal audiences to digest the information � expecting the audience to get up to speed too fast.


The simplest way to avoid sending the wrong message is to spend time in the early stages to consider your audiences and what will appeal or be meaningful to them, and to ensure good delivery and follow through.

Step 1: Fail to plan, plan to fail.
Planning is a journey, not a destination. The simple act of planning will bring forward issues and ideas you hadn�t thought of. Here are some tips:
� Start with your objective in mind � although obvious, it�s easy to forget. The first step to any strategic communication is defining your objective. Each message you deliver should have a specific audience and purpose.
� Make a list of all of your audiences. Divide your internal audiences up as much as appropriate to the project. This can be done by function, by role, by department or whatever works for your situation.
� Identify the role each group plays in your initiative � will they be go-to people for inquiries once the project starts? Are they a link in the chain? Do they just need to know, but won�t be directly involved? Are they responsible for training other staff and volunteers? This helps identify what information each group will need. This might mean carefully ordering when you plan to give information to each group, for example, brief department leaders or go-to people first.
� Identify the issues or concerns for each group � anticipate any positive or negative reactions, and make sure you have answers for each. Remember the first question is always, how will this affect me?
� Identify the action you�d like to inspire in each group � each audience needs to know their responsibility in the process and what you are asking them to do.

Step 2: Develop winning messages.
� Consider each audience and develop a statement that addresses your intended action/response and the audience�s issues or concerns.

Step 3: Watch your tone and body language.

� An average of 90 per cent of verbal communications is transacted by your tone and body language, rather than words. This means how you say it is more important than what you say. This can be disheartening, but remember that your goal is to inspire. Be aware of the hidden messages you may be sending; get out from behind the table, uncross your arms, and make eye contact, for starters.
Step 4: Follow through.
When rolling out an internal message, there are other important things you should do.
� Follow up with a written summary � if you�re presenting information at a meeting, commit to sending out a summary to all before the day�s end (tip: write this in advance; it will give you extra practice at staying focused on the message). This will cover anyone who couldn�t attend, as well as fill in the blanks for people as they process the information.
� Make information accessible � ensure you have multiple methods of making information available to the organization. Distribute it, post it, store it centrally, and list contact people.
� Provide more than one go-to person for questions and make sure they are available and equipped with the information needed.
� Commit to future communications � let people know how and when they can expect to get updates.
� Remember to keep it simple, and repeat, repeat, repeat.


Reference: Valuablecontent
READ MORE - Communicating Change to Internal Audiences

 
 
 

Hem

Labels

Labels

Labels